Thursday, March 4, 2021

21 Days For 21 Grams


21 Days For 21 Grams

21 hari adalah jumlah hari memasukan data ke otot supaya menjadi muscle memory. 21 grams dipercaya kalau itu adalah berat jiwa. Aku melakukan aktifitas yang sama selama 21 hari agar aku menanamkan disiplin dalam hidupku. Aku mulai berpikir untuk menjaga wadah dari jiwaku, yaitu tubuhku. Aku ingin jiwaku sehat dengan memperbaiki kebiasaanku.

Aku mulai dari sumber masalah di rumahku, menyapu dan mengepel rumah. Aku tinggal Bersama nenekku dari bayi dan om tanteku tidak berelasi dengan ibuku, mereka berpikir kelak besar nanti aku akan gagal sepertu orang tuaku. “Nyapu ngepel aja gabisa, mau jadi apa kalo sudah dewasa?”, “benalu”, “Kamu nggak pernah ngebanggain eyang.”, “Nggak pernah ada bantuannya di rumah.”, begitu kata mereka. Dulu aku bungkam. Ada masanya aku selalu menangis Ketika menyapu dan mengepel rumah, padahal mereka tidak berkata apa-apa. Disisi lain kalau aku bebenah di rumah teman atau di rumah orang tuaku sendiri aku baik-baik saja. Perlahan aku sadar kalau kata-kata mereka menjadi traumaku.

2020 mau nggak mau aku harus dirumah, demi kebaikan Bersama. Aku sempat mendekam saja dikamar, makan-mandi-tidur-on repeat. Sampai akhirnya aku tidak sengaja melihat BTS di youtube. Mereka menghiburku, aku merasa aku harus bersih kalau aku ingin pantas bertemu mereka. Aku mulai dari melipat bajuku, menyapu dan mengepel rumah sambal mendengarkan lagu mereka terus-menerus. Aku merasa aku melakukan semua itu buat mereka yang notabene tidak mengetahui keberadaanku. Disisi lain aku tetap senang melakukannya.

Tiga bulan PSBB berlalu, aku mendapatkan kerja sebagai casual barista, aku jadi kesulitan bagi waktu untuk menyapu dan mengepel rumah. Nenekku mulai mengungkit soal aku yang jarang menyapu dan mengepel rumah. Aku mulai tidak nyaman dan protes, aku membela diriku dengan hasil kerjaku sebelum aku jadi barista. Aku jujur kalau aku kesulitan membagi waktu. Nenekku bilang kalau dia tidak betah dengan statement tanteku yang tinggal dirumah kalau aku tidak ada bantuannya dirumah. Aku bilang nenekku tidak usah mendengarkan omongan siapapun. Nenekku bilang kalau dia Lelah mendengarkan keluhan anak-anaknya tentang aku. Aku bilang aku berusaha keras untuk memenuhi kemauan orang rumah. Nenekku bilang aku harus menyapu dan mengepel rumah setiap hari. Aku menyapu dan mengepel rumah dengan keras, menabrak berbagai barang dirumah dan hal itu membuat nenekku marah. Aku bilang aku sedang nyapu ngepel rumah. Nenekku bilang aku tidak sopan. Aku bilang aku capek memenuhi keinginan semua orang, aku Lelah tidak dilihat kalau sudah berusaha, aku muak kalau tidak diapresiasi. Nenekku menelpon tanteku dan menangis, bilang kalau aku tidak menghormati dan menyakiti hatinya. Saat dia tutup telpon aku bilang hal seperti itu yang bikin aku dibenci anak-anak dia. Aku pukul kepalaku dengan gagang pel dan berkali-kali bilang kalau nenekku yang bikin aku dibenci keluarga. Nenekku menangis minta ampun kepadaku. Aku diam sambil mengepel rumah sesekali aku pukul keras kepalaku dengan gagang pel. Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah aku mandi dengam air hangat lalu tidur. Nenekku menawarkanku makan sambal minta maaf. Aku diam. Aku tertidur dikamar. Saat bangun tidur aku lihat tanteku diruang tv, aku bilang kalau aku tidak terima dia mengeluh kalau aku tidak ada bantuannya dirumah. Dia bilang kalau dulu aku tidak ada bantuannya. Aku bilang sekarang aku sedang berusaha berubah. Tanteku tanya kenapa baru sekarang, kenapa nggak dari dulu. Aku jawab karena aku baru ketemu BTS dan aku ingin berusaha lebih baik. Tanteku bilang kalo dulu aku bohong tentang kondisi mentalku dan traumaku. Aku mengambil jurnalku. Aku menjerit sambil membacakan suratku untuk diriku sendiri. Tanteku diam dan terduduk.

2021 aku kembali bersama BTS. Kali ini aku ditemani bertarot. Dari mempelajari tarot mendapat fakta tentang penanaman muscle memory selama 21 hari. Aku menerapkannya sejak 8 Februari 2021 tanpa mendengarkan music BTS. Kali ini aku menerapkannya dengan kesadaran, bukan obsesi. It works. Aku jadi memiliki perspective kalau yang bekerja saat menyapu dan mengepel rumah itu ototku. Aku jadi merasa kalau aku memiliki tubuhku yang bisa kuandalkan untuk mengatasi luka batinku.

21 Days For 21 Grams di 2021 adalah gerakan yang aku buat untuk mempercayai wadah dari jiwaku untuk bekerja sama dengan aku. Aku harus merawat wadah jiwaku ini, karena wadah ini yang membantu aku mengatasi lukaku.

 

No comments:

Post a Comment