21 Days
For 21 Grams
21
hari adalah jumlah hari memasukan data ke otot supaya menjadi muscle memory.
21 grams dipercaya kalau itu adalah berat jiwa. Aku melakukan aktifitas yang
sama selama 21 hari agar aku menanamkan disiplin dalam hidupku. Aku mulai
berpikir untuk menjaga wadah dari jiwaku, yaitu tubuhku. Aku ingin jiwaku sehat
dengan memperbaiki kebiasaanku.
Aku mulai
dari sumber masalah di rumahku, menyapu dan mengepel rumah. Aku tinggal Bersama
nenekku dari bayi dan om tanteku tidak berelasi dengan ibuku, mereka berpikir
kelak besar nanti aku akan gagal sepertu orang tuaku. “Nyapu ngepel aja gabisa,
mau jadi apa kalo sudah dewasa?”, “benalu”, “Kamu nggak pernah ngebanggain
eyang.”, “Nggak pernah ada bantuannya di rumah.”, begitu kata mereka. Dulu aku
bungkam. Ada masanya aku selalu menangis Ketika menyapu dan mengepel rumah, padahal
mereka tidak berkata apa-apa. Disisi lain kalau aku bebenah di rumah teman atau
di rumah orang tuaku sendiri aku baik-baik saja. Perlahan aku sadar kalau
kata-kata mereka menjadi traumaku.
2020
mau nggak mau aku harus dirumah, demi kebaikan Bersama. Aku sempat mendekam
saja dikamar, makan-mandi-tidur-on repeat. Sampai akhirnya aku tidak
sengaja melihat BTS di youtube. Mereka menghiburku, aku merasa aku harus bersih
kalau aku ingin pantas bertemu mereka. Aku mulai dari melipat bajuku, menyapu
dan mengepel rumah sambal mendengarkan lagu mereka terus-menerus. Aku merasa
aku melakukan semua itu buat mereka yang notabene tidak mengetahui
keberadaanku. Disisi lain aku tetap senang melakukannya.
Tiga
bulan PSBB berlalu, aku mendapatkan kerja sebagai casual barista, aku
jadi kesulitan bagi waktu untuk menyapu dan mengepel rumah. Nenekku mulai
mengungkit soal aku yang jarang menyapu dan mengepel rumah. Aku mulai tidak
nyaman dan protes, aku membela diriku dengan hasil kerjaku sebelum aku jadi
barista. Aku jujur kalau aku kesulitan membagi waktu. Nenekku bilang kalau dia
tidak betah dengan statement tanteku yang tinggal dirumah kalau aku tidak ada
bantuannya dirumah. Aku bilang nenekku tidak usah mendengarkan omongan siapapun.
Nenekku bilang kalau dia Lelah mendengarkan keluhan anak-anaknya tentang aku. Aku
bilang aku berusaha keras untuk memenuhi kemauan orang rumah. Nenekku bilang
aku harus menyapu dan mengepel rumah setiap hari. Aku menyapu dan mengepel
rumah dengan keras, menabrak berbagai barang dirumah dan hal itu membuat nenekku
marah. Aku bilang aku sedang nyapu ngepel rumah. Nenekku bilang aku tidak sopan.
Aku bilang aku capek memenuhi keinginan semua orang, aku Lelah tidak dilihat
kalau sudah berusaha, aku muak kalau tidak diapresiasi. Nenekku menelpon
tanteku dan menangis, bilang kalau aku tidak menghormati dan menyakiti hatinya.
Saat dia tutup telpon aku bilang hal seperti itu yang bikin aku dibenci
anak-anak dia. Aku pukul kepalaku dengan gagang pel dan berkali-kali bilang kalau
nenekku yang bikin aku dibenci keluarga. Nenekku menangis minta ampun kepadaku.
Aku diam sambil mengepel rumah sesekali aku pukul keras kepalaku dengan gagang
pel. Setelah menyelesaikan pekerjaan rumah aku mandi dengam air hangat lalu
tidur. Nenekku menawarkanku makan sambal minta maaf. Aku diam. Aku tertidur
dikamar. Saat bangun tidur aku lihat tanteku diruang tv, aku bilang kalau aku
tidak terima dia mengeluh kalau aku tidak ada bantuannya dirumah. Dia bilang
kalau dulu aku tidak ada bantuannya. Aku bilang sekarang aku sedang berusaha
berubah. Tanteku tanya kenapa baru sekarang, kenapa nggak dari dulu. Aku jawab
karena aku baru ketemu BTS dan aku ingin berusaha lebih baik. Tanteku bilang
kalo dulu aku bohong tentang kondisi mentalku dan traumaku. Aku mengambil jurnalku.
Aku menjerit sambil membacakan suratku untuk diriku sendiri. Tanteku diam dan
terduduk.
2021
aku kembali bersama BTS. Kali ini aku ditemani bertarot. Dari mempelajari tarot
mendapat fakta tentang penanaman muscle memory selama 21 hari. Aku
menerapkannya sejak 8 Februari 2021 tanpa mendengarkan music BTS. Kali ini aku
menerapkannya dengan kesadaran, bukan obsesi. It works. Aku jadi memiliki
perspective kalau yang bekerja saat menyapu dan mengepel rumah itu ototku. Aku
jadi merasa kalau aku memiliki tubuhku yang bisa kuandalkan untuk mengatasi
luka batinku.
21 Days For 21 Grams di 2021 adalah gerakan yang aku buat untuk mempercayai wadah dari jiwaku untuk bekerja sama dengan aku. Aku harus merawat wadah jiwaku ini, karena wadah ini yang membantu aku mengatasi lukaku.
